4 Cara Mengajarkan Anak Mengontrol Emosi dengan Baik

Cara Mengajarkan Anak Mengontrol Emosi

Cara mengajarkan anak mengontrol emosi sejak dini. Dengan panduan ini, Anda akan mendapatkan tips cara mengajarkan anak mengelola emosi dengan baik.

Kota Cimahi baru-baru ini dihebohkan dengan kasus kekerasan terhadap 2 anak. Diduga, pelakunya adalah ayah mereka. Kejadian ini menunjukkan pentingnya orang tua mengajari anak tentang1 pengendalian emosi.

Saat anak berbuat nakal, seringkali orang tua sulit mengontrol emosi. Ini bisa disebabkan rasa takut, stres, atau alasan lain. Padahal, penting untuk mengajari anak mengendalikan emosi dari usia dini. Hal ini membantu mereka tumbuh sehat dan menghindari perilaku agresif.

Cara Mengajarkan Anak Mengontrol Emosi

Kunci Pembelajaran

  • Anak yang diajarkan mengelola emosi sejak dini lebih berpeluang untuk tumbuh dengan psikologis yang lebih stabil1
  • Gagal mengajarkan anak mengelola emosi dapat memicu masalah perilaku seperti perkelahian, perundungan, ledakan emosi, dan kesulitan mengendalikan amarah1
  • Anak yang tidak diajarkan mengekspresikan perasaan secara verbal cenderung menggunakan cara fisik seperti berteriak, memukul, menendang, atau melempar benda2
  • Memberikan pujian yang tepat pada anak dapat membantu mereka mengelola emosi dengan lebih baik1
  • Menjadi teladan perilaku yang baik sangat penting dalam mengajarkan anak mengelola emosi secara efektif1

Pentingnya Mengontrol Emosi pada Anak

Mengajarkan anak mengelola emosi sejak dini sangat penting.1 Anak-anak menghadapi banyak situasi baru setiap hari. Ini memengaruhi cara mereka bereaksi dan merasakan emosi. Tanpa pengelolaan emosi yang baik, anak bisa sulit mengatasi marah, sedih, atau tantrum. Ini bisa mempengaruhi perkembangan psikologis mereka secara negatif.1

Baca artikel lainnya : 8 Mengajari Anak tentang Pengelolaan Uang: Edukasi Finansial Sejak Dini

Dampak Buruk Emosi Tak Terkendali

Si kecil yang tak bisa mengatur emosi mungkin terlibat dalam perilaku buruk. Ini bisa berupa berkelahi atau menyakitkan orang lain.1 Oleh sebab itu, mengajak anak belajar kontrol emosi sedini mungkin sangat krusial. Ini bisa membuat perkembangan psikologis mereka lebih stabil.1

Mengajarkan Pengendalian Emosi Sejak Dini

3 Merasa marah adalah hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Itu menurut American Psychological Association.3 Mereka juga bilang, keterampilan sosial membantu anak atasi marah dengan cara yang sehat.3 Anak belajar dari yang dilihat dan dialami. Maka, orang tua perlu tunjukkan cara yang baik saat marah.3 Studi menunjukkan, kesabaran dan konsistensi orang tua penting dalam mengelola marah anak.3 Anak yang merasakan dukungan dari orang tua lebih mudah atasi marah.3

Penyebab Emosi Tak Terkendali pada Anak

Anak sulit mengendalikan emosinya karena rasa takut dan stres.3 Marah adalah respon alami.3 Emosi marah pada anak usia dini sangat penting.3 Itu membantu perkembangan anak.

Rasa Takut

Anak bisa takut di tempat berbahaya.1 Mereka merespon dengan emosi seperti tantrum atau kemarahan.4 Anak butuh diajari cara mengelola emosi. Tanpa itu, orang tua bisa spontan marah atau memukul.

Menurut Journal of Psychopathology, banyak remaja mengalami kekerasan.4 Kekerasan ini meninggalkan efek negatif.

Pengaruh Stres

Orang tua yang stres berat bisa memarahi anak.3 Kesepelean anak bisa jadi sebabnya. Marah yang tidak terkontrol bisa menghambat interaksi sosial.4 Ini dapat membuat anak kehilangan kepercayaan.

Jika sering terjadi, anak bisa bingung tentang batasan dari orang tua.

penyebab anak sulit mengontrol emosi

Cara Mengajarkan Anak Mengontrol Emosi

Marah itu wajar dirasakan oleh semua orang. Ini menurut riset dari American Psychological Association. Marah adalah cara tubuh kita merespons kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan.3 Ada banyak cara yang bisa dipakai untuk ajarkan anak mengelola emosi, lo.

Tentukan Situasi Saat Anda Marah

Penting banget untuk tahu kapan kita boleh marah dan kapan nggak. Tidak semua kesalahan anak pantas dihukum atau dimarahi.

Segera Tenangkan Diri Ketika Ingin Marah

Setelah tahu situasinya, kamu wajib tenang dulu sebelum ngomong lagi. Tarik napas panjang atau pindah dulu ke tempat sepi.

Hindari Memukul

Jangan pernah pukul atau pakai hukuman fisik. Ini bikin anak pikir kekerasan solusi atas segala masalah.

Kendalikan Cara Bicara

Waktu marah, pake kata “saya”. Jangan “kamu”. Ini membuat rumah jadi lebih damai.

Coba Menghitung

Saat anak bandel, hitung satu sampai sepuluh sebagai peringatan. Ini cara yang bagus sebelum kasih konsekuensi.

Cara Mengajarkan Anak Mengontrol Emosi

Janssen (2018) bilang, anak butuh belajar keterampilan sosial untuk kelola marah. Mereka mengamati orang-orang di sekitar. Anak yang didukung oleh orang tuanya lebih mampu atasi amarah.

Kembangin emosi anak itu penting, karena nanti mereka hadapi banyak situasi baru. Anak perlu diajar cara tanggapi emosi mereka dengan benar. Tantrum, kesedihan berlebihan, marah, stres, sampai kekerasan, itu semua bisa dihindari kalau mereka bisa atur emosi dengan baik.

Isu perilaku buruk biasanya terkait pengalaman masa kecil yang nggak terurus. Mengajak anak kontrol emosi bisa meminimalisir masalah-masalah itu. Mereka jadi nggak suka berantem, mengganggu, emosi gampang meledak. Belajar atur emosi itu juga bagus untuk kesehatan mental dan kontrol diri mereka di masa depan.

Ajar anak cara tenang pas lagi marah, misalnya istirahat sejenak, napas dalam, cerita perasaannya. Cara ini membantu mereka lebih mudah atur emosi. Memuji mereka waktu berperilaku baik juga efektif bantu mereka kontrol emosi.

Sebagai orang tua, kita harus jadi contoh yang baik. Anak suka tiru apa yang kita lakukan. Mengelola emosi dengan baik itu penting, agar mereka juga belajar cara yang tepat. Menggunakan strategi dari artikel ini bisa jadi dukungan bagus buat perkembangan emosional anak.

Baca artikel lainnya : 10 Langkah Menyiapkan Makan Siang Sekolah Sehat yang Menyenangkan dan Bergizi

Melatih Anak Mengekspresikan Emosi

Melatih anak mengelola emosi sangat penting. Itu termasuk cara mereka mengekspresikan emosi.1 Anak-anak gampang marah atau bisa tertekan jika tidak dapat mengendalikan emosi.1 Ini bisa berujung pada tindakan kasar atau mengalami stres.1 Mengabaikan perkembangan emosi anak kecil bisa membahayakan perkembangan psikologis mereka.1 Tapi, yang bisa mengelola emosi dengan baik akan tumbuh dengan psikologis yang lebih sehat.1

Ajarkan Cara Menenangkan Diri

Cara bagus lain untuk mengelola emosi adalah dengan cara menenangkan diri saat marah.5 Anak-anak bisa cepat jadi marah kalau merasa kesal atau lelah.5 Ini karena mereka belum cukup dewasa dan belum tahu cara kontrol emosi.5 Membantu anak untuk tenang, misal refresh otak sebentar atau tertarik napas, bisa bantu mereka atasi emosi negatif.

Ajarkan Mengungkapkan Perasaan

1 Anak kadang lepas kontrol emosi dengan aksi fisik, seperti berteriak atau pukul. Jadi, penting ajar mereka ungkap perasaan lewat kata-kata biar ga jadi kasar.1 Ini bantu mereka hindari tindakan agresif saat emosi tinggi.5 Juga, kasih anak pilihan waktu mereka lagi marah, kasih sapaan, atau waktunya untuk minta maaf setelah dia lebih tenang, bisa kurangi kemarahan ulang.

Peran Orangtua dalam Pengendalian Emosi Anak

Orang tua sangat penting dalam mengajarkan anak mengatur emosinya.6 Menurut observasi di TPA PENA PRIMA Universitas PGRI Semarang, usia 2-4 tahun adalah waktu kritis.6 Pada masa itu, mereka sedang berkembang dalam mengerti dan mengelola emosi.

Berikan Pujian pada Anak

Berikan pujian saat anak berhasil mengatur emosinya.6 Penelitian membuktikan bahwa pujian bisa jadi motivasi bagi anak. Mereka merasa dihargai.6 Itu juga membantu meningkatkan kecerdasan spiritual. Orang tua punya peran besar sebagai teladan dan pendidik, motivator, dan penyayang.

Berikan Contoh yang Baik

7 Anak belajar dari apa yang mereka lihat dan alami. Maka, orang tua harus tunjukkan cara menyelesaikan masalah dengan damai.7 Emosi seperti marah, takut, senang, dan sedih sangat penting. Ini membentuk cara anak dalam menanggapi situasi.

FAQ

Apa dampak buruk emosi tak terkendali pada anak?

Anak yang tidak bisa mengendalikan emosinya mungkin suka berkelahi atau memperdaya teman. Mereka juga bisa mudah tersulut emosi. Ini semua bisa merugikan psikologis mereka.

Mengapa anak-anak sulit mengendalikan emosinya?

Sulitnya anak mengatur emosi disebabkan oleh rasa takut dan pengaruh stres. Rasa takut biasa terjadi di tempat berbahaya. Orang tua yang stres berat bisa membuat anak marah.

Bagaimana cara mengajarkan anak mengontrol emosinya?

Untuk mengajari anak kontrol emosi, lakukan beberapa hal. Pertama, identifikasi situasi yang mereka tindak tegas. Kedua, tenangkan diri sebelum marah. Kalian dapat menghitung mundur sampai 10 juga.

Ketiga, jangan pernah pukul atau hukum fisik mereka. Keempat, kendalikan cara bicara saat marah. Ini contoh cara-cara efektif.

Bagaimana cara melatih anak mengekspresikan emosi dengan sehat?

Untuk melatih anak mengekspresikan emosi yang sehat, ajarkan mereka cara menenangkan marah. Juga, ajar mereka berbicara soal perasaan. Pakai kata-kata seperti bahagia, takut, marah, atau kesal.

Apa peran orangtua dalam mengajarkan anak mengendalikan emosinya?

Orangtua penting dalam pengendalian emosi anak. Mereka harus memberi pujian saat anak berhasil mengatur emosi. Dan tunjukkan contoh perilaku positif.

Link Sumber

  1. http://yd.blog.um.ac.id/pentingnya-anak-belajar-mengelola-emosi-dan-cara-mengajarinya
  2. https://kumparan.com/kumparanmom/mengajarkan-anak-mengelola-emosi
  3. https://piaud.fitk.uin-malang.ac.id/bersikap-bijak-dalam-mengontrol-emosi-marah-pada-anak-usia-dini
  4. https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/perkembangan-anak/cara-menahan-emosi-pada-anak
  5. https://bebeclub.co.id/artikel/ibu-perlu-tahu/1-tahun/membantu-anak-menghadapi-emosi-negatifnya
  6. https://media.neliti.com/media/publications/518771-none-0710ecfc.pdf
  7. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/qawwam/article/download/6566/2337/18035

Share :

Open chat
1
Hello
Can we help you?